Selasa, 22 Januari 2013

Hari Sumpah Pemuda - Pemuda Indonesia



28 Oktober 2012, Yah, hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda. Hari yang merupakan bukti otentik dilahirkannya Bangsa Indonesia. Maka  dari itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingatinya sebagai hari lahir Bangsa Indonesia. Selama ratusan tahun Bangsa Indonesia tertindas di bawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, dan kondisi ini yang selanjutnya menjadi pendorong para pemuda Indonesia untuk berbulat tekad demi menjunjung tinggi harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, kemudian tekad ini menjadi sebuah komintemen untuk terus berjuang hingga merdeka.

Sumpah Pemuda di ditulis oleh Moehammad Yamin dan dibacakan oleh Soegondo kemudian dijelaskan panjang lebar oleh Yamin pada 28 Oktober 1928, yang isinya adalah:
 
Sumpah Pemuda versi orisinal 
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda versiEjaan Yang Disempurnakan.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kini 84 tahun sudah sumpah itu berlalu, tak banyak pemuda-pemuda yang hafal akan isi dari Sumpah Pemuda, bahkan tidak menutup kemungkinan sebagian lupa tanggal 28 Oktober adalah hari Sumpah Pemuda. Dimana pemuda Indonesia yang tangguh kini? Dimana pemuda Indonesia yang nasionalis kini? Dimana pemuda Indonesia yang peduli kini?

Ah, mungkin itu hanyalah sebuah pertanyaan saja.Ya, pertanyaan yang tidak perlu dijawab, pertanyaan yang hanya perlu di simpan dalam hati, karna bukan jawaban yang kini diharapkan oleh Bangsa Indonesia tapi tindakan, tindakan melawan tantangan terbesar untuk Bangsa Indonesia pada saat ini, bagaimana melawan korupsi yang telah mengakar, narkoba yang telah menghancurkan mental pemuda kita, kemiskinan yang akhirnya mempertontonkan kesenjangan sosial, pengangguran dimana-mana, lunturnya nasionalisme dan kesatuan persatuan hingga budaya yang telah ditinggalkan dan dilupakan.

Kemudian jika kita bahas tentang Bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa pemersatu Bangsa Indonesia, kini kebanggaan itu sedikit luntur karena bahasa yang berkembang sekarang di Indonesia adalah bahasa gaul dan “alay” yang meracuni gaya berbahasa para pemuda. Hal ini merefleksikan bahwa pemuda masa kini tidak lagi peduli dengan Bahasa Indonesia.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemuda Indonesia? Pemuda Indonesia jangan malas, pemuda Indonesia harus bekerja keras, pemuda Indonesia harus menjadi tulang punggung dan problem solver bangsa, pemuda Indonesia jangan menggunakan narkoba, pemuda Indonesia jangan melakukan seks bebas, pemuda Indonesia jangan bertindak premanisme dan tawuran, pemuda Indonesia jangan terjerat kasus korupsi, pemuda Indonesia harus mampu memberi solusi bagi masalah bangsa ini, pemuda Indonesia jangan sibuk dengan kepentingan kelompok, ormas-ormas pemuda Indonesia tidak boleh terpecah belah.

Jadikan momentum Sumpah Pemuda kali ini menjadi tonggak bangkitnya pemuda Indonesia seperti 84 tahun yang lalu dimana pemuda Indonesia menjadi pelopor kemerdekaan bangsa Indonesia, dan tidak hanya sekedar menjadi seremonial membacakan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda harus kuat membakar semangat juang kaum muda dalam pembangunan bangsa.

Mari kita ingat kembali 3 fungsi penting bagi pemuda, satu pemudaadalah sebagai agen perubahan, dua pemuda adalah sebagai iron stock atau cadangan masa depan, dan ketiga pemuda sebagai kekuatan moral intelektual. Hal-hal inilah yang seharusnya ditanamkan dalam jiwa para pemuda Indonesia. Apabila hal-hal tersebut sudah tertanamkan didalam jiwa para pemuda Indonesia, maka kesadaran bersama seperti ketika Sumpah Pemuda tahun 1928 juga akan bangkit kembali. Akan timbul kesadaran bahwa mereka tidak boleh terpecah-belah hanya karena sekat-sekat primordial seperti ras, kelompok, agama dan aliran ideologi.

Pesan terakhir dan amanat Sumpah Pemuda 1928 adalah jangan ampai para pemuda di pecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggunga jawab. Hapus dendam, hapus luka-luka yang adadan mari bergandeng tangan karna kemajuan masa depan bangsa ada di pundak para pemuda.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar